Sering lupa di mana menaruh gadgets, atau lupa membawa dompet? Jangan dibiarkan kondisi ini terus berlanjut karena dapat menggangu aktivitas sehari-hari kita, seperti lupa membawa dompet saat jalan bareng si “dia”, atau lupa menaruh kunci motor saat ingin berangkat kuliah.
Ternyata selain faktor umur, masih banyak berbagai faktor yang menyebabkan kita bisa menjadi “pelupa”. Berikut ini beberapa penyebab yang membuat kita
dijuluki si “pelupa”.
1. Efek dari obat-obatan
Sadar atau tidak ternyata ada beberapa obat-obatan yang dapat menurunkan daya ingat kita, seperti obat antidepresen dan obat diabetes.
Sebaiknya konsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengkonsumsi obat-obatan yang belumbelum ketahui efek sampingnya.
2. Stress atau cemas
Siapa yang tidak stress jika lagi dicuekin oleh si “dia”, dunia akan terasa seperti di neraka jika si “dia” gak mau di ajak bicara.
Agar kita tidak stress terlalu lama sebaiknya segera minta ke si “dia” agar si “dia” gak ngambek lagi.
3. Kurang istirahat
Generasi milenialls seperti kita lebih suka begadang sampai malam menggantikan perankelelawar.
Kerjanya cuma stalking akun IG, Facebook dan Twitter si “dia”. Sebaiknyasisihkan sedikit waktu kita untuk istirahat agar bisa me-refresh otak kita.
4. Mendengkur saat tidur
Saat tidur, kita tidak sadar kita sedang mendengkur, dan ternyata selain menggangu kualitas tidur kita, mendengkur dapat menurunkan daya ingat kita.
Karena saat kita mendengkur,
saluran napas kita tersumbat dan mengakibatkan terhambatnya oksigen untuk masuk dan karbondioksida untuk keluar, sehingga pasokan oksigen ke otak kita tidak cukup.
5. Infeksi di sekitar otak
Menurunnya daya ingat kita juga bisa dipengaruhi karena kita infeksi di sekitar otak. Infeksiringan maupun berat dapat menyebabkan kita kehilangan memori.
Banyak makan yang manis-manis.
Siapa yang tahan melihat makanan yang manis-manis, apalagi melihat wajah manis si “dia”.
Ternyata terlalu banyak makan makanan yang manis dapat menyebabkan kondisi kadargula darah kita melebihi kadar yang semestinya, sehingga bisa menggangu cara kerja otakdalam meyimpan memori.
Itulah beberapa penyebab lupa yang sering sekali kita alami setiap hari, sebaiknya coba
hindari semua penyebab lupa tersebut agar kita tidak dijuluki si “pelupa".
Read more
Ternyata selain faktor umur, masih banyak berbagai faktor yang menyebabkan kita bisa menjadi “pelupa”. Berikut ini beberapa penyebab yang membuat kita
dijuluki si “pelupa”.
1. Efek dari obat-obatan
Sebaiknya konsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengkonsumsi obat-obatan yang belumbelum ketahui efek sampingnya.
2. Stress atau cemas
Siapa yang tidak stress jika lagi dicuekin oleh si “dia”, dunia akan terasa seperti di neraka jika si “dia” gak mau di ajak bicara.
Agar kita tidak stress terlalu lama sebaiknya segera minta ke si “dia” agar si “dia” gak ngambek lagi.
3. Kurang istirahat
Generasi milenialls seperti kita lebih suka begadang sampai malam menggantikan perankelelawar.
Kerjanya cuma stalking akun IG, Facebook dan Twitter si “dia”. Sebaiknyasisihkan sedikit waktu kita untuk istirahat agar bisa me-refresh otak kita.
4. Mendengkur saat tidur
Saat tidur, kita tidak sadar kita sedang mendengkur, dan ternyata selain menggangu kualitas tidur kita, mendengkur dapat menurunkan daya ingat kita.
Karena saat kita mendengkur,
saluran napas kita tersumbat dan mengakibatkan terhambatnya oksigen untuk masuk dan karbondioksida untuk keluar, sehingga pasokan oksigen ke otak kita tidak cukup.
5. Infeksi di sekitar otak
Menurunnya daya ingat kita juga bisa dipengaruhi karena kita infeksi di sekitar otak. Infeksiringan maupun berat dapat menyebabkan kita kehilangan memori.
Banyak makan yang manis-manis.
Siapa yang tahan melihat makanan yang manis-manis, apalagi melihat wajah manis si “dia”.
Ternyata terlalu banyak makan makanan yang manis dapat menyebabkan kondisi kadargula darah kita melebihi kadar yang semestinya, sehingga bisa menggangu cara kerja otakdalam meyimpan memori.
Itulah beberapa penyebab lupa yang sering sekali kita alami setiap hari, sebaiknya coba
hindari semua penyebab lupa tersebut agar kita tidak dijuluki si “pelupa".





